WeCreativez WhatsApp Support
WHEELS KINGDOM
Selamat datang diwww.velgmobilmurah.com. Tanyakan terkait Produk Velg HSR Wheel
Tag Archives: cara merawat mobil

Mengenal lebih jauh tentang Pelek Mobil

Apalah arti sebuah kendaraan yang tak memiliki roda, kecuali memang kendaraan yang menggunakan mekanisme tanpa roda seperti hooverboard tentunya. Seperti pada sejumlah bagian lainnya, roda memiliki peran yang sangat penting pada kendaraan. Fungsinya kini tak lagi hanya sebagai media penggerak, namun juga berkontribusi pada pendukung berkendara sampai dengan pendongkrak desain penampilan sebuah mobil. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai roda menjadi hal yang esensial untuk Anda ketahui, terlebih bagi Anda para pemilik mobil.

Bagi Anda yang tertarik dengan modifikasi ringan mobil pribadi, mengganti pelek menjadi salah satu pilihan yang mungkin dilakukan. Sebelum menetapkan hati mengganti pelek, ada baiknya mengetahui seluk-beluk dari pelek itu sendiri agar tidak menjadi sebuah kesalahan yang disesali. Berikut fakta-fakta dasar terkait roda dan pelek.

Sejarah Singkat

Forged wheels

Walaupun belum diketahui dengan jelas siapa penemunya, eksistensi roda sudah hadir sejak abad ke-30 SM dan digunakan sebagai alat bantu pembentukan tembikar. Baru sekitar tiga ratus tahun setelah masa itulah roda digunakan untuk media penggerak kendaraan, sekitar zaman Mesopotamia. Awalnya digunakan pada kereta pengangkut yang ditarik oleh binatang, kemudian berkembang digunakan untuk kereta perang, dengan dimensi yang lebih kompak.

Pada awalnya, mereka menggunakan as roda yang permanen sehingga as dan kedua roda akan bergerak bersamaan, seiring dengan modernisasi zaman, mereka menemukan mekanisme yang memungkinkan roda bergerak bebas dari as roda (bearing) yang juga berpengaruh pada penambahan usia pakai dari as roda. Menariknya, bahan yang mereka gunakan untuk roda dan parts pendukungnya masih menggunakan elemen kayu termasuk untuk spoke atau palangnya, kulit binatang sebagai bagian peredam, dan lemak dari binatang untuk melumasi bearing. Di antara penemuan-penemuan lainnya dalam sejarah umat manusia, roda merupakan yang tidak banyak mengalami evolusi dari segi mekanisme dan fungsinya.

Pahami Angkanya

PCD pelek

Saat memutuskan untuk mengganti pelek, hal-hal yang penting diperhatikan selalu terkait dengan angka-angka yang merujuk pada ukuran dan kode penggunaan. Pertama, angka dimensi yang terdiri dari diameter dan lebar dari velg. Ukuran diameter atau yang umum dikenal dengan Ring untuk masing-masing mobil berbeda, yang umum antara 14 – 22 inci, dan Anda bisa melihat dari kode pada pelek atau jika bingung bisa melihatnya dari ban yang Anda gunakan. Pada dinding ban misalnya terukir kode 205/65 R16, yang berarti bahwa lebar tapak ban adalah 205 mm, 65 merupakan rasio angka tebal atau tinggi ban dalam persen, R merupakan kode jenis jalinan benang kawat untuk Radial, dan 16 merupakan diameter dari rim atau peleknya. Dalam pelek kerap terukir ukuran diameter x lebar, misalnya 15 x 7, angka 7 merupakan lebar tapak pelek dalam inci.

Selain dimensi, Anda juga harus memperhatikan angka PCD (Pitch Circle Diameter) yaitu jarak lubang baut antara satu dengan yang lainnya dengan mengambil acuan ukuran titik terlurus dari masing-masing lubang yang berseberangan. Anda dapat menemukan ukuran PCD pada spesifikasi pelek dengan kode misalnya 4×100 (4 lubang dengan jarak PCD 100 mm). Tak semua velg memiliki ukuran PCD yang sama–beberapa velg juga terdiri dari lebih dari 4 lubang baut–sehingga perlu diteliti agar Anda tidak salah beli.

Arti offset pelek

Bagaimana dengan istilah offset? Ya, istilah tersebut juga terkait dengan angka, walaupun bagi segelintir orang melihatnya lebih kepada selera desain. Istilah offset dapat didefinisikan sebagai lekukan atau tonjolan pada bagian tengah pelek. Posisi tengah dari center line atau pelek standar disebut dengan nol, sementara semaking cekung disebut dengan negatif (-) dan positif (+) untuk tonjolan keluar. Semakin besar angka negatif, semakin dalam legok pada pelek, sebaliknya pada positif akan semakin menjorok ke luar bagian permukaan tengahnya. Offset sering juga ditandari dengan ET (dari singkatan kata bahasa Jerman, Einpresstiefe).

Ukuran-ukuran tersebut wajib diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap faktor kenyamanan dan keselamatan berkendara sehingga tidak bisa diabaikan saat Anda bermaksud untuk mengganti pelek kendaraan. Namun, bagaimana jika ingin meningkatkan ukuran dari pelek? Ya, Anda masih dapat menaikkan ukuran pelek, yang biasanya dilakukan untuk mendukung penampilan, dan beberapa pakar akan mengizinkan menaikkan sejumlah satu tingkat ukuran saja.

Jika ukuran tidak disesuaikan, sejumlah gangguan berkendara akan Anda temui. Jika ukuran ditingkatkan berlebihan rumah roda akan penuh dan akan membentur dengan fender dan sejumlah parts lainnya, sehingga menyebabkan bertambahnya radius putar. Saat ukuran pelek ditingkatkan, ukuran ban juga akan berubah dan kecenderungan bobot yang bertambah. Saat bobot bertambah, konsumsi bahan bakar juga tentu akan meningkat. Oh ya, satu hal yang juga perlu di ingat saat Anda mengganti pelek adalah biasanya akan menghanguskan masa garansi dari mobil tersebut.

Comments ( 0 )

Cara Mengganti ShockBreaker pada mobil anda

Penggantian Shockbreaker

Fungsi dari peredam kejut adalah mengatur pergerakan yang timbul dari suspensi, terutama kerja per, menjaga stabilitas chassis dan badan mobil walau melalui jalan bergelombang. Ini bukan tugas yang mudah, dan di ‘dunia nyata’, umur peredam kejut tidak sepanjang umur kendaraan Anda. Tetapi bagaimana mengetahui peredam kejut Anda sudah harus diganti?

Pertama, periksa peredam kejut yang ada di bagian bawah mobil Anda. Jika ada rembesan oli, entah itu di bagian luar tabung atau di batang piston, maka itu saatnya Anda mengganti peredam kejut. Apakah bagian luar tabung Anda penyok? Itu tandanya terbakar.

Kedua, tekan dan lepaskan salah satu sudut mobil. Peredam kejut yang masih berfungsi baik akan segera kembali. Bila mobil butuh waktu beberapa saat untuk berhenti, itu tandanya peredam kejut mobil Anda sudah tidak efektif.

Cara lain untuk meneliti keefektifan peredam kejut Anda adalah dengan mengendarai ke parkir area yang luas, tekan gas hingga kecepatan 100 km/jam, dan injak rem mendadak. Ketika kendaraan berhenti, apakah bagian depan mobil Anda tetap meluncur seperti burung diatas permukaan gelas? Jika iya, sudah waktunya untuk peredam kejut baru.

Pada dasarnya perawatan peredam kejut tidaklah sulit. Semuanya bisa dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke bengkel. Seperti ganti oli, pengecekan peredam kejut juga bisa dilakukan berkala, yaitu setiap 20.000 km atau 1 tahun, sehingga kondisinya selalu terkontrol. Biasanya kerusakan peredam kejut selalu terjadi karena perilaku kasar dari pemakai dan tidak pernah dibersihkan.

Baik shockbreaker yang menggunakan oli maupun gas, perawatannya hampir serupa. Berikut tips untuk perawatan:

1. Hindari penggunaan pengencang baut yang menggunakan listrik (berbentuk seperti pistol) karena akan merusak ulir batang piston. Yang benar adalah dengan menggunakan kunci pas yang dapat disetel torsi maksimum kekencangannya. Kunci pas biasa juga bisa digunakan asal jangan terlalu keras, harus pakai feeling

2. Jangan menjepit batang piston menggunakan tang saat pemasangan atau melepaskan komponen. Penggunaan tang dapat menyebabkan baret pada batang piston yang akan merusak seal seal piston pada saat bekerja.

3. Pengencangan baut jangan dilakukan disaat mobil masih didongkrak, harus diturunkan dulu, didorong maju mundur kira-kira satu meter, baru kemudian dikencangkan.

4. Perhatikan kebersihan batang piston, karena kotoran pada batang piston akan mengakibatkan baret yang akan merusak katup-katup piston disaat bekerja.

Selain langkah-langkah diatas, ada baiknya juga Anda periksa kerusakan yang terjadi pada shockbreaker Anda, seperti kebocoran. Juga dapat dilakukan dengan meraba kondisi ban, apakah bergelombang atau tidak.

Yang penting, jangan ambil resiko dengan peredam kejut Anda. Bila tidak efektif, peredam kejut akan meminta lebih dari sekadar uang Anda.

Comments ( 0 )

Tips Agar Mobil Tetap Awet dan Tahan Lama

Berikut beberapa tips mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi biaya pemeliharaan mobil.

Dengan melakukan beberapa tips sederhana ini, mobil akan berumur lebih lama.

1. Mesin: Segera jalankan mobil setelah mesin dinyalakan.

 

Untuk mobil jaman dulu memang perlu dipanaskan sebelum dijalankan. Ini karena sesaat setelah distarter, campuran bahan bakar pada mobil lama masih belum stabil.

Ada kalanya campuran terlalu banyak bensin atau terlalu banyak udara. Campuran akan stabil setelah mobil dipanaskan. Menjalankan mobil dengan mesin dingin bisa merusak komponen mesin.

Sedangkan mobil model baru, campuran bahan bakar-udara sudah langsung merata meski mobil baru dinyalakan.

Namun, jangan langsung tancap gas saat mobil baru berjalan. Ini akan menyebabkan kompenen mesin cepat rusak.

2. Suspensi: Kurangi kecepatan saat melintasi gundukan atau jalan yang tidak rata.

Suspensi mobil berada dalam posisi terkompres ketika melintasi permukaan yang tidak rata.

Mekanisme ini akan membuat pengemudi dan penumpang tetap merasa nyaman. Gaya kompresi akan disalurkan pula ke sasis. Dalam kondisi normal, mekanisme ini wajar dan baik-baik saja.

Masalahnya, ketika kecepatan tidak dikurangi saat melintas di jalan yang tidak rata, gaya tekan yang besar dapat memengaruhi sasis, sambungan logam, dan sistem suspensi sehingga lebih cepat aus.

3. Sistem listrik: Pastikan terminal aki tetap bersih.

Aki merupakan komponen penting pemasok listrik pada mobil. Listrik digunakan untuk menyokong sistem mobil secara keseluruhan termasuk memberi energi untuk kelengkapan entertainment mobil.

Terminal aki harus dipastikan bersih dan tersambung rapat. Anda dapat membeli sikat kuningan untuk membersihkan terminal aki.

Sebuah aki 12 volt bisa memproduksi lebih dari 13,5 volt ketika bekerja dengan baik. Tegangan yang drop dapat memengaruhi kinerja mesin serta mengakibatkan kesulitan saat menstarter mobil.

4. Body: Selalu Jaga kebersihan interior dan eksteriornya.

Pada poin ini sudah cukup jelas. Namun ada satu hal yang harus Anda waspadai. Di bagian bawah pintu, spatbor, dan kap mesin di dekat kaca depan, umumnya terdapat lubang sebagai jalan air.

Pastikan lubang ini bersih dan tidak tersumbat. Jika lubang kotor atau tersumbat, air akan menggenang dan dapat menyebabkan karat pada mobil.

Comments ( 0 )